Top BannersTop Banners
FadeGallery - Free Version

Survei LSN: Capres Militer Lebih Disukai

militerFigur militer dianggap memiliki sikap tegas dalam kepemimpinan.

CARIKABAR.COM – Calon presiden berlatar belakang militer TNI lebih disukai masyarakat luas dan berpeluang besar untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014. Faktor utamanya adalah figure mantan jenderal dianggap punya ketegasan dalam kepemimpinan.

Kecenderungan tersebut menjadi temuan survei yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN). "Capres dari kalangan TNI masih disukai karena masyarakat saat ini merindukan presiden yang tegas," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S Bakry di Jakarta, Senin (22/10).

Tren capres dari kalangan TNI, kata Umar, muncul karena dua faktor, yaitu konsolidasi demokrasi yang gagal menghadirkan pemimpin baik; dan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kinerja Presiden yang dalam berbagai hal memperlihatkan sikap tidak tegas, ragu-ragu, dan tidak berani mengambil risiko. Ini semakin membulatkan keyakinan rakyat untuk memilih sosok capres yang lebih tegas pada Pilpres 2014," kata Umar.

Menurut survei tersebut, mayoritas publik menilai sikap tegas capres itu berkaitan dengan latar belakang sang tokoh, yang dalam hal ini mengacu pada capres dari kalangan TNI. Dua nama mantan jenderal yang muncul dalam hasil survei nasional LSN terkait kandidiat capres pada Pilpres 2014 adalah Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto (29,9 persen) dan Jenderal TNI (Purn) Wiranto (29,1 persen).

Namun, hasil survei tersebut bukanlah prediksi Pilpres 2014, karena masih ada sejumlah kemungkinan muncul tokoh dari kalangan sipil yang bersih dan inspiratif. "Jika dalam sisa waktu dua tahun mendatang muncul tokoh sipil yang memiliki karakter tegas, bisa saja capres berlatar belakang TNI bukan lagi menjadi pilihan," ujar Umar.

Dalam survei yang dilakukan pada 10 hingga 24 September itu, LSN menemukan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia sangat mendambakan presiden yang bersih dan tegas. Dari sebanyak 1.230 sampel responden, masyarakat mendambakan sosok kepala negara yang bersih dari kasus korupsi (58,6 persen), tegas (56,8 persen), merakyat (49,8 persen), konsisten (48,9 persen), dan cerdas (45 persen). ***

Share melalui:

Komentar:

Add comment


Security code
Refresh

Mimbar

Hukum

Kabar Utama